Seorang anak kecil berusia 5 tahun bercita-cita ingin jadi dokter, cita-citanya yang dipilih bertahan sampai dia berusia 11 tahun, entah kenapa ketika dia berusia 13 tahun keinginannya untuk menjadi seorang dokter tidak ada dalam benaknya lagi, anak itu lebih memilih untuk jadi seorang psikolog, padahal pada waktu itu anak itu belum tau apa2 tentang psikologi, yang dia tau bahwa psikologi itu adalah ilmu tentang jiwa dan berharap kelak anak itu ingin sekali bisa tau tentang seseorang hanya melihat dari bahasa tubuhnya saja bahkan hanya dari wajahnya saja..lucu memang..kali ini cita-cita anak itu yang ingin menjadi seorang psikolog bertahan sampai dia berumur 17 tahun.
Ketika dia duduk dibangku SMA kelas 3 sempat diberikan beberapa tes IQ dan beberapa tes minat bakat, dari hasil tes tersebut, anak itu di sarankan untuk masuk jurusan ekonomi..setelah melihat hasilnya hanya heran yang ditunjukkan oleh anak itu krna menurutnya apa yang tertulis di hasil itu bukanlah bakat dan minatnya, sempat terfikir oleh anak itu apakah ada yang salah saat mengisi jawaban tes atau memang hasil tes itu yang gak akurat, pada saat itu anak tersebut hanya bisa menebak-nebak. Mimpi anak itu untuk jadi seorang psikologi sempat goyah krna pada saat dia mendapatkan mata pelajaran PKn dimana di dalam pelajaran itu mempelajari tentang hubungan internasional, anak itu mulai tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam dan ingin merubah haluan untuk menjadi seorang diploma di suatu negara
(tinggi sekali cita-citanya).
Yah namanya juga remaja, semuanya serba labil, singkatnya pilihan akhir jatuh pada psikologi dan dia sampai 2 kali ikut tes masuk perguruan tinggi demi masuk ke jurusan yang dia idam-idamkan. Untuk tes ke2 akhirnya Tuhan mengabulkan doa anak itu untuk masuk ke pilihannya (selamat) :), remaja itu saat ini udah masuk semester 7 dan sedang mengalami kegalauan. Why??
Soalnya dia harus mempersiapkan tema dan judul yang pas untuk proposal skripsinya (bingung) sedangkan pihak fakultasnya memberikan beberapa batasan untuk pemilihan tema maupun judul padahal anak itu udah nemu fenomena apa yang ingin diangkat di proposal skripsi itu tapi sayangnya tema yang mau diangkat itu adalah salah satu tema atau fenomena yang telah disanksi tegas oleh pihak fakultas untuk diangkat dalam skripsi, dan sampai saat ini anak yang sudah berusia 21 thn itu masih bergalau-galau dangan pikiran-pikiran masa depannya, karna tema yang akan dia ambil saat ini akan menentukan cepat atau tidaknya dia lulus (kasian yah)
Dia pengen banget bisa ngelanjutin lagi sekolahnya, berharap semoga umur dia gak tertahan di jenjang S1 ini karna masih banyak banget hal-hal yang mesti dia capai untuk kebahagian keluarganya dan diri dia sendiri.
Semoga semua impian anak itu dikabulkan Tuhan dan bisa memehagiakan semua orang disekelilingnya.
Amiiiin.
#Dreams come true,good luck#
Ketika dia duduk dibangku SMA kelas 3 sempat diberikan beberapa tes IQ dan beberapa tes minat bakat, dari hasil tes tersebut, anak itu di sarankan untuk masuk jurusan ekonomi..setelah melihat hasilnya hanya heran yang ditunjukkan oleh anak itu krna menurutnya apa yang tertulis di hasil itu bukanlah bakat dan minatnya, sempat terfikir oleh anak itu apakah ada yang salah saat mengisi jawaban tes atau memang hasil tes itu yang gak akurat, pada saat itu anak tersebut hanya bisa menebak-nebak. Mimpi anak itu untuk jadi seorang psikologi sempat goyah krna pada saat dia mendapatkan mata pelajaran PKn dimana di dalam pelajaran itu mempelajari tentang hubungan internasional, anak itu mulai tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam dan ingin merubah haluan untuk menjadi seorang diploma di suatu negara
(tinggi sekali cita-citanya).
Yah namanya juga remaja, semuanya serba labil, singkatnya pilihan akhir jatuh pada psikologi dan dia sampai 2 kali ikut tes masuk perguruan tinggi demi masuk ke jurusan yang dia idam-idamkan. Untuk tes ke2 akhirnya Tuhan mengabulkan doa anak itu untuk masuk ke pilihannya (selamat) :), remaja itu saat ini udah masuk semester 7 dan sedang mengalami kegalauan. Why??
Soalnya dia harus mempersiapkan tema dan judul yang pas untuk proposal skripsinya (bingung) sedangkan pihak fakultasnya memberikan beberapa batasan untuk pemilihan tema maupun judul padahal anak itu udah nemu fenomena apa yang ingin diangkat di proposal skripsi itu tapi sayangnya tema yang mau diangkat itu adalah salah satu tema atau fenomena yang telah disanksi tegas oleh pihak fakultas untuk diangkat dalam skripsi, dan sampai saat ini anak yang sudah berusia 21 thn itu masih bergalau-galau dangan pikiran-pikiran masa depannya, karna tema yang akan dia ambil saat ini akan menentukan cepat atau tidaknya dia lulus (kasian yah)
Dia pengen banget bisa ngelanjutin lagi sekolahnya, berharap semoga umur dia gak tertahan di jenjang S1 ini karna masih banyak banget hal-hal yang mesti dia capai untuk kebahagian keluarganya dan diri dia sendiri.
Semoga semua impian anak itu dikabulkan Tuhan dan bisa memehagiakan semua orang disekelilingnya.
Amiiiin.
#Dreams come true,good luck#




.jpg)
.jpg)