Jumat, 24 Juni 2011

Perkambangan Neonatus

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN NEONATAL

 

      Sebelum membahas tentang neonatal  secara lebih mendalam, kita sebaiknya mengetahui apa yang dimaksud dengan neonatal itu sendiri. Adapun berbagai definisi neonatal, adalah:

1.    Menurut Hurlock dalam Psikologi Perkembangan, fase neonatal adalah  suatu periode yang mencakup dua minggu pertama dari kehidupan, yaitu waktu yang dibutuhkan bayi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di luar rahim ibu,
2.    Menurut Chaplin dalam Kamus Besar Psikologi, fase neonatal adalah fase di mana seorang bayi baru lahir.
3.    Menurut Olds, London, & Ladewig, periode pasca kelahiran (postpartal period) ialah suatu periode setelah kelahiran bayi atau persalinan. Ini adalah masa di mana si ibu menyesuaikan diri, baik secara fisik maupun psikologis dalam proses pengasuhan anak. Periode ini berlangsung kira-kira selama 6 minggu atau hingga tubuh menyelesaikan penyesuaian dirinya dan kembali ke keadaan yang mirip dengan sebelum kehamilan.
4.      Empat minggu pertama dari kehidupan, periode neonatal (neonatal period), merupakan waktu transisi dari rahim di mana janin didukung sepenuhnya oleh ibu, ke keberadaan mandiri.[1]
Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa neonatal adalah suatu periode perkembangan yang terjadi ketika seorang bayi baru dilahirkan yang berlangsung sekita dua hingga enam minggu setelah kelahiran di mana terdapat berbagai penyesuaian baik secara fisik maupun psikologis yang dialami oleh ibu dan bayinya.

2.2 TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA NEONATAL


Menurut Hurlock dalam  Psikologi Perkembangan, perkembangan masa bayi baru lahir (Neonate) dibagi menjadi 2 tahapan, yaitu :


1.    Periode Partunate, suatu periode yang dimulai dari saat kelahiran sampai 15 dan 30 menit setelah kelahiran.
2.    Periode Neonate, suatu periode yang dimulai dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai sekitar akhir minggu kedua dari kehidiupan pascamatur.

2.3. CIRI- CIRI MASA NEONATAL


Setiap periode perkembangan kehidupan manusia selalu ditandai dengan gejala- gejala atau ciri- ciri tertentu yang membedakan suatu periode dengan periode yang lainnya. Adapun beberapa ciri- ciri tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
1.   Merupakan suatu periode yang tersingkat dari semua periode perkembangan, yakni  dari kelahiran sampai tali pusar lepas dari pusarnya
2.   Suatu periode  dimana terjadi suatu penyesuaian yang radikal. Hal ini  terjadi karena peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar.
3.   Suatu periode dumatan terhentinya perkembangan. Ketika periode pranatal sedang berkembang tiba-tiba terhenti pada kelahiran.
4.   Merupakan pendahuluan dari perkembangan selanjutnya. Perkembangan individu di masa depan akan tampak pada waktu dilahirkan .
5.   Merupakan suatu periode yang berbahaya karena sulitnya menyesuaikan diri pada lingkungan yang baru.[2]  

2.4. BERBAGAI PENYESUAIAN PADA MASA NEONATAL


Periode neonatal merupakan suatu peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar. (Hurlock, 1998) Seperti halnya suatu masa peralihan, terdapat beberapa penyesuaian yang harus dilakukan demi menjaga kelangsungan perkembangan di masa yang akan datang. Penyesuaian pada masa neonatal ini akan dibagi ke dalam dua aspek, yaitu  aspek orangtua, terutama ibu dan bayinya. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut.
  
A. Penyesuaian  yang Dilakukan Oleh Bayi
Karena terjadinya suatu perubahan yang radikal dari lingkungan dalam ke lingkungan luar, bayi neonatal harus melakukan penyesuaian agar kehidupan mereka tidak terancam.  Menurut Hurlock, terdapat empat penyesuaian yang harus dilakukan oleh bayi neonatal. Adapu empat penyesuaian tersebut adalah:

1.   Perubahan suhu, dimana ketika didalam rahim suhu berkisar 1000 F, namun suhu diluar berkisar 600 sampai 700 F
2.   Bernapas, jika tali pusar diputus maka bayi mulai harus menapas serndiri.
3.   Mengisap dan menelan, jadi bayi sudah tidak lagi mendapat makanan melalui tali pusar tetapi memperoleh makanan dengan cara mengisap dan menelan
4.   Pembuangan, ketika bayi dilahirkan barulah alat-alat pembuangan itu berfungsi.

Indikasi Umum tentang Kesulitan Menyesuaikan Kehidupan Setelah Kelahiran,
1.     Berkurangnya berat badan
2.     Perilaku yang tidak teratur
3.     Kematian pada bayi

B. Penyesuaian yang Dilakukan oleh Ibu
Pada periode pasca kelahiran, seorang ibu banyak sekali melakukan penyesuaian dan pembiasaan diri. (Coleman, 1991)  Menurut Santrock dalam Perkembangan Masa Hidup, Seorang ibu harus melakukan beberapa penyesuaian baik secara fisik maupun psikologis.Adapun beberapa penyesuaian yang dilakukan oleh seorang ibu pada periode ini adalah:
·           Penyesuaian Fisik
1.    kelelahan
2.    Involusi (proses dimana peranakan mulai kembali ke ukuran sebelum kehamilan 5 atau 6 minggu setelah kelahiran)
3.    Perubahan hormon yang mencakup penurunan esterogen dan progesteron yang dramatis
4.    Pertimbangan kapan memulai hubungan seksual kembali
5.    partipasi olahraga untuk pulih kembali ke kontur tubuh dan kekuatan sebelumnya


·           Penyesuaian Emosi dan Psikologis
Bebarapa tanda yang dapat menunjukkan kebutuhan akan konseling profesional tentang penyesuaian pascamelahirkan (Simkin, Whalley, & Kepler, 1984):
1.    kecemasan yang berlebihan
2.    depresi
3.    perubahan selera makan
4.    serangan tangis
5.    sulit tidur
      Gejala- gejala tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu perubahan hormon, kurangnya pengalaman, kurangnya rasa percaya diri dengan bayi yang baru lahir, atau kurangnya waktu atau tuntutan lain yang terjadi dalam perawatan bayi. Kerjasama seorang ayah sangat diperlukan dalam merawat bayinya. Hal ini bertujuan agar bayi dapat berkembang baik secara fisik maupun psikologis.
       Penyesuaian lain bagi ibu dan ayah adalah pembagian waktu dan pikiran yang dihabiskan sebagai orang tua yang berkompeten bagi bayi kecil, khususnya ikatan  (bonding) yang dapat merangsang interaksi antara ibu dan bayinya.
       Bagi beberapa ibu, naik turunnya emosi adalah aspek kecil dan akan hilang setelah beberapa minggu; bagi ibu- ibu yang lain, naik turunnya emosi dapat berlangsung lama.

2.5. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYESUAIAN PADA MASA NEONATAL


1.     Lingkungan pranatal, Apabila pada waktu dilingkungan pranatal tidak di rawat oleh ibunya sehingga dilingkungan pascanatal mempengaruhi perkembangannya.
2.     Jenis persalinan, mudah atau sulitnya persalinan mempengaruhi penyesuaian pascanatal.
3.     Pengalaman yang berhubungan dengan persalinan, ada dua pengalaman yang berpengaruh besar pada penyesuaian pascanatal,yaitu seberapa jauh ibu terpengaruh oleh obat-obatan dan mudah sullitnya bayi bernapas.
4.     Lamanya periode kehamilan, jika bayi yang dilahirkan sebelum waktunya di sebut premature, sedangkan yang terlambat disebut postmatur. Abortus : bayi lahir dengan berat badan kurang dari 500 g, dan / atau usia gestasi kurang dari 20 minggu. Angka harapan hidup amat sangat kecil, kurang dari 1%.
5.    Sikap Orang tua, sikap yang menyenangkan dari orang tua memperlakukan bayinya itu akan mendorong penyesuaian yang baik.
6.     Perawatan pascanatal, yaitu ada tiga aspek : pertama kebutuhan tubuh, kedua rangsangan yang diberikan.dan ketiga kepercayaan orang tua. [3]

2.6. CIRI- CIRI BAYI NEONATAL


A.     Berat Badan Bayi Baru Lahir (Birthweight)
Berat badan bayi pada saat kelahiran, ditimbang dalam waktu satu jam sesudah lahir.
1.    Bayi berat lahir cukup : bayi dengan berat lahir > 2500 g.
2.    Bayi berat lahir rendah (BBLR) / Low birthweight infant : bayi dengan berat badan lahir kurang dari 1500 - 2500 g.
3.    Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) / Very low birthweight infant : bayi dengan berat badan lahir 1000 - 1500 g.
4.    Bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR) / Extremely very low birthweight infant : bayi lahir hidup dengan berat badan lahir kurang dari 1000 g.
Dengan terpisahnya bayi dari ibu, maka terjadilah awal proses fisiologik sebagai berikut:
1.    Peredaran darah melalui plasenta digantikan oleh aktifnya fungsi paru untuk bernafas (pertukaran oksigen dengan karbondioksida).
2.    Saluran cerna berfungsi untuk menyerap makanan.
3.    Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan bahan yang tidak terpakai lagi oleh tubuh untuk mempertahankan homeostasis kimia darah.
4.    Hati berfungsi untuk menetralisasi dan mengekresi bahan racun yang tidak diperlukan badan.
5.    Sistem imunologik berfungsi untuk mencegah infeksi.

B.    Perkembangan Fisik

Bayi sangat berbeda dalam penampilan dan fungsi-fungsi fisiologisnya pada saat dilahirkan dan dalam penyesuaian awal setelah lahir.

Ukuran dan Penampilan
Menurut Papalia, ada beberapa ciri- ciri khusus mengenai ukuran pada bayi neonatal. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut;
1.    Berat bayi rata-rata 7.5 pon dan panjangnya rata-rata 19.5 inci.
2.    Pada janin yang lebih aktif perbandingan berat badan dan tinggi lebih kecil dibandingkan dengan janin yang tidak terlampau aktif dalam akhir periode janin.
3.    Pada umumnya bayi laki-laki lebih panjang dan lebih berat daripada bayi perempuan.
4.    Terdapat perbedaan indivudial yang mencolok antara bayi laki-laki dan perempuan.

Anggota Tubuh Bayi
Neonatus memiliki karakteristik khas, termasuk kepala berukuran besar (seperempat dari panjang tubuh) dan dagu yang menonjol ke belakang (memudahkan proses menyusui). Awalnya, kepala neonatus mungkin berbentuk panjang dan aneh karena “molding” yang memudahkan bayi melewati panggul ibunya. Molding sementara ini dimungkinkan karena tulang tengkorak bayi belum mengeras; tulang-tulang tengkorak ini baru akan menyatu pada usia 18 bulan. Titik-titik di mana tulang belum menyatu – titik lembut (fontanels) --- ditutupi oleh jaringan kuat.
Selain itu Otot-otot bayi yang baru lahir umumnya halus, kecil, dan tidak terkendali. Pada saat dilahirkan hanya sedikit perkembangan otot leher dan lengan. Tulang, seperti halnya otot, juga halus dan lentur. Karena begitu lunaknya, tulang-tulangnya mudah retak atau patah. Kulitnya halus dan gampang terkena bisul. Dagingnya kuat dan elastic.
Banyak bayi baru lahir yang memiliki kulit merah muda; kulit mereka sangat tipis sehingga memperlihatkan pembuluh di mana darah mengalir. Selama beberapa hari pertama, beberapa neonatus sangat berambut karena beberapa lanugo, rambut lebat masa prenatal belum rontok. Semua bayi baru lahir diselimuti verniks kaseosa (lapisan seperti keju), minyak pelindung infeksi yang mengering dalam beberapa hari pertama
Kulit bayi putih menjadi lebih terang karena pertumbuhannya lebih lama, sedangkan yang bukan putih menjadi lebih gelap warnanya. Seringkali terdapat rambut-rambut halus di kepala dan di punggung tetapi di punggung akan segera hilang.
Mata bayi kulit putih biasanya berwarna abu-abu kebiruan meskipun lambat laun akan berubah menjadi warna yang tetap. Bayi dengan kulit gelap mempunyai warna hitam cokelat, tetapi warna ini juga akan berubah menjagi semakin gelap.
Diantara setiap 2000 anak yang lahir telah terdapat satu bayi yang mempunyai gigi pada saat dilahirkan, tetapi giginya tergolong gigi “bayi” dan biasanya gigi seri tengah bawah.

Proposi Fisik
Bayi yang baru lahir bukanlah miniature orang dewasa.(Hurlock, 2006) Adapun beberapa ciri proporsi fisik pada bayi yang baru lahir adalah sebagai berikut:
1.    Kepalanya kira-kira seperempat dari panjang tubuh; kepala orang dewasa kira-kira sepertujuh dari panjang tubuh.
2.    Daerah tengkorak, daerah diatas mata perbandingannya lebih besar daripada bagian kepala lainnya, sedangkan dagu merupkan bagian yang sangat kecil.
3.    Ukuran mata sangat sempurna.
4.    Hidung sangat kecil dan hampir rata.
5.    Mulut yang kecil kelihatannya seperti celah kalau bibirnya sempit.
6.    Lehernya sangat pendek sehingga hampir tidak terlihat, dan kulit leher biasanya tebal atau berlipat-lipat.
7.    Bahu sempit sedangkan perut besar buncit. Lengan dan tungkai bayi sangat pendek dibandingkan kepala dan badan.
8.    Tangan dan kakinya kecil.[4]

C.   Fungsi Biologis
Sebelum lahir, peredaran darah, pernapasan, pencernaan, pembuangan kotoran & pengaturan suhu tubuh dilakukan melalui tubuh ibu. Setelah lahir, semua sistem dan fungsi tubuh bayi harus beroperasi sendiri. Sebagian besar proses transisi ini berlangsung selama 4 sampai 6 minggu pertama setelah kelahiran (Ferber & Makhoul, 2004)
Tiga atau empat hari setelah kelahiran, sekitar setengah dari jumlah bayi yang dilahirkan (dan lebih banyak lagi untuk bayi yang dilahirkan prematur) mengalami jaundis neonatal (neonatal jaundice): kulit dan bola mata mereka tampak kuning. Jaundis seperti ini disebabkan oleh ketiidakmatangan hati. Biasanya kondisi ini tidak serius, tidak membutuhkan perawatan dan efek jangka panjang. Namun karena bayi di

AS yang sehat biasanya pulang ke rumah dalam jangka waktu 48 jam atau kurang setelah kelahiran, jaundice dapat muncul secara tidak disadari dan dapat menyebabkan komplikasi ( AAP Committee on Quality Improvement, 2002).
Selain itu, bayi neonatal tidak mampu mempertahankan keseimbangan (homeostatis) karena susunan syaraf otonom, belum berkembang pada waktu dilahirkan, Dengan tangisan bayi pada waktu dilahirkan, paru-paru dipompa dan pernapasan dimulai. Banyaknya pernapasan pada mulanya berkisar antara empat puluh sampai empat puluh lima gerakan pernapasan setiap menit pada akhir minggu pertama,  biasanya menurun sampai kira-kira tiga puluh lima setiap menit dan lebih stabil daripada permulaan.
Denyut jantung bayi yang baru lahir lebih cepat daridapa denyut jantung orang dewasa karena jantung bayi lebih kecil daripada pembuluh nadi. Kalau pergerakan tubuh dibatasi dengan membungkus tubuh bayi, maka denyut jantung akan menjadi lebih stabil. Akibatnya bayi lebih tenang, tidur lebih banyak dan mempunyai denyut jantung lebih rendah. Pada bayi yang sehat, suhu bayi lebih tinggi dan lebih banyak berubah daripada orang dewasa.
Gerakan reflex berupa mengisap terjadi bila bayi merasa lapar atau bila bibirnya disentuh. Terjadi juga peningkatan dalam mengisap dan jumlah makanan yang dihabiskan setiap harinya, sebagian disebabkan karena pematangan dan sebagian karena hasil belajar.
Pembuangan kotoran mulai beberapa jam setelah lahir. Buang air terjadi pada saat terjaga dan bila bayi dalam keadaan tenang, biasanya dalam satu jam setelah makan.

D. Keadaan Arousal

Bayi memiliki jam biologis yang mengatur siklus harian makan, tidur, pembuangan, bahkan mungkin mood mereka. Siklus periodik terjaga, tidur, dan aktivitas ini yang mengatur keadaan arousal (state of arousal) mereka, atau tingkat dari kewaspadaan sepertinya merupakan kemampuan bawaan dan berbeda untuk masing-masing individu. Perubahan kondisi diatur oleh beberapa area di otak dan disertai perubahan dalam fungsi hampir semua sistem tubuh (Ingersoll & Thoman, 1999).
Kebanyakan bayi yang baru lahir menghabiskan 75% dari waktu mereka – mencapai 18 jam sehari—untuk tidur, tetapi terjaga setiap 3 sampai 4 jam sekali, siang dan malam, untuk menyusu (Ferber & Makhoul, 2004;Hoban, 2004).
Tidur bayi baru lahir bervariasi antara tidur tenang (reguler) dan aktif (irregular). Tidur aktif kemungkinan serupa dengan tidur rapid eye movement (REM) yang pada orang dewasa berkaitan dengan mimpi. Tidur aktif muncul secara ritmis di siklus sekitar satu jam dan mencakup 50% dari waktu tidur keseluruhan bayi baru lahir. Jumlah tidur REM menurun menjadi 30% dari waktu tidur siang hari pada usia 3 tahun dan terus menerus menurun secara stabil sepanjang hidup (Hoban,2004).

E. Kemampuan Sensorik Dini

Otak yang sedang berkembang memungkinkan bayi yang baru lahir untuk mengetahui secara cukup baik apa yang mereka sentuh, lihat, rasa, cium, kecap, dan dengar; dan kemampuan inderawi mereka berkembang pesat di bulan-bulan pertama kehidupan

1.    Sentuhan dan Rasa Sakit
Sentuhan tampaknya adalah indra pertama yang berkembang. Tanda-tanda awal dari refleks roofting terjadi dua bulan setelah konsepsi. Pada usia kehamilan 32 minggu, semua anggota tubuh sensitif terhadap sentuhan (Haith, 1986).
Di masa lalu, dokter yang melakukan operasi terhadap bayi yang baru lahir sering kali tidak menggunakan obat bius karena memiliki kepercayaan yang salah bahwa neonatus tidak dapat meerasakan sakit atau hanya merasakannya sebentar. Kenyataanya, bahkan saat hari pertama kehidupannya, bayi baru lahir dapat dan benar merasakan sakit; dan mereka menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit selama beberaoa hari setelah itu. American Academy of Pediatrics dan Canadian Pediatric Society (2000).

2.    Pembau dan Pengecap
      Indra pembau dan pengecapan juga mulai berkembang di dalam rahim. Rasa dan bau dari makanan yang dikonsumsi oleh calon ibu dapat berpindah ke bayinya melalui cairan amniotik (Mennela & Beauchamp, 1996b).
      Preferensi terhadap aroma menyenangkan tampaknya dipelajari sejak dalam rahim dan selama beberapa hari setelah kelahiran, dan bau dipindahkan dari ASI dapat berkontribusi terhadap proses belajar ini (Bartoshuk & Beauchamp, 1994). Bayi usia 6 hari yang diberi ASI oleh ibunya memilih bau alas menyusui ibunya dibandingkan dengan alas dari perempuan menyusui yang lain, tetapi bayi berusia dua hari tidak

memiliki preferensi, membuktikan bahwa bayi membutuhkan waktu beberapa hari untuk mempelajari bau ibunya (Macfarlane, 1975).
      Preferensi terhadap rasa tertentu tampaknya memang merupakan faktor bawaan (Bartoshuk & Beauchamp, 1994). Bayi baru lahir lebih memilih rasa manis dibandingkan asam atau pahit (Haith, 1986). Air yang diberi gula menenangkan bayi yang sedang menangis, apakah bayi tersebut cukup bulan atau 2 sampai  3 minggu prematur – bukti bahwa mekanisme yang memproduksi efek menenangkan ini berfungsi sebelum periode normal (B. A. Smith & Blass, 1996). Pembawaan memiliki “gigi manis” dapat membantu bayi beradaptasi dengan dunia di luar rahim sebab ASI rasanya manis (Harris, 1997). Penolakkan bayi baru lahir terhadap rasa pahit barangkali adalah salah satu jenis mekanisme pertahanan diri, karena banyak zat pahit yang beracun (Bartoshuck & Beauchamp, 1994).
      Prefernsi terhadap rasa berkembang di masa bayi dapat bertahan hingga masa anak-anak awal. Dalam satu penelitian, anak usia 4 dan 5 tahun yang saat bayi diberikan berbagai jenis makanan yang berbeda memiliki preferensi terhadap makanan yang berbeda-beda (Mennela & Beaucham, 2002).

3.    Pendengaran
      Pendengaran juga berfungsi sebelum melahirkan. Seperti yang telah kita bicarakan di Bab 3, bayi kurang dari 3 hari berespons secara berbeda terhadap cerita yang diperdengarkan saat ia berada dalam kandungan dengan cerita lain; dapat membedakan suara ibu dengan suara orang tidak dikenal; dan memilih bahasa asli dibandingkan bahasa asing (DeCasper & Fifer, 1980;DeCasper & Spence, 1986;C, Moon, Cooper, dan Fifer, 1993). Pengenalan dini terhadap suara dan bahasa yang terdengar di rahim dapat menjadikan dasar bagi hubungan yang baik antara orang tua dan anak.
      Diskriminasi auditori berkembang pesat setelah kelahiran. Bayi usia tiga hari dapat membedakan bunyi kata baru dengan yang mereka sudah dengar sebelumnya ( L. R. Brody, Zelaco, dan Chaika, 1984). Pada usia 1 bulan, bayi dapat membedakan suara ba dan pa (Eimas, Siqueland, Juscyzk, dan Vigorito, 1971).
      Karena pendengaran adalah kunci dari perkembangan bahasa, gangguan pendengaran harus diidentifikasi sedini mungkin. Kehilangan pendengaran pada 1 dari 3 orang dari 1000 kelahiran hidup dan jika tidak diperiksa, dapat mengakibatkan

hambatan perkembangan (Gaffney et al., 2003). Di antara 10.372 bayi yang dilahirkan di honolulu selama periode lima tahun, pemeriksaan pendengaran dalam jangka waktu tiga hari pertama dan diikuti oleh alat bantu dengar dan terapi aural sebelum 6 bulan untuk mereka yang menemukan bahwa mereka mempunyai masalah pendengaran dapat membantu mereka mencapai taraf normal dalam berbicara dan berbahasa (Mason & Herrman)

F. Aktivitas Bayi

Gerakan bayi tampak segera setelah janin keluar dari tubuh ibu. Kaarena belum matangnya kondisi neurofisiologis bayi, tidak dapat diharapkan bahwa gerakan-gerakannya terkoordinasi atau berarti. Gerakan-gerakannya juga tidak berhubungan dengan kejadian-kejadian di lingkungan atau bawah kendali bayi. Ini adalah salah satu sebab dari ketidakberdayaan bayi yang baru lahir.
Meskipun gerakan bayi bersifat acak dan tidak berarti, namun secara kasar dapat digolongkan ke dalam dua kategori umum, yaitu:
§  Aktivitas Menyeluruh
Kegiatan menyeluruh terjadi di seluruh tubuh bila salah satu bagian tubuh dirangsangsekalipun kegiatan yang paling menonjol terjadi pada daerah yang dirangsang. Biasanya, aktivitas menyeluruh semakin meningkat dan semakin terjadi dari hari ke hari. Kegiatan menyeluruh berbeda-beda dalam satu hari. Kegiatan terbesar biasanya terjadi di pagi hari ketika bayi diistirahatkan setelah tidur yang relatif lama dan paling sedikit di siang hari ketika bayi mungkin lelah karena dimandikan dan dikenakan pakaian pada pagi harinya.
Pengalaman-pemngalaman pranatal pada saat dilahirkan memengaruhi kegiatan bayi. Bati-bayi yang sngat giat pada waktu janin cenderung juga sangat aktif selama periode neonatal. Persalian yang lama dan sulit atau ibu yang banyak dipengaruhi obat-obatan dapat menyebabkan bayi relatif kurang aktif selama hari-hari pertama. Bayi yang dilahirkan melalui pembedahan caesar biasanya juga kurang aktif.
§  Aktivitas Khusus
 Aktivitas khusus meliputi bagian tubuh tertentu. Aktivitas ini terdiri dari:
·         Gerak Refleks
Gerakan ini merupakan tanggapan yang tepat terhadap rangsang indera khusus dan tidak berubah dengan pengulangan rangsang yang sama. Kebanyakan

gerakan refleksif tubuh yang penting, seperti gerak mata, bibir dan lidah, mengisap, ketegangan otot, sentakan lutut, bersin dll sudah ada pada saat bayi dilahirkan. Gerak refleks yang pertama muncul mempunayai nilai hidup yang jelas. Geraka refleks yang lain tampak beberapa jam atau beberapa hari setelah kelahiran. Melalui latihan, gerak refleks menjadi semakin kuat.
·         Tanggapan Umum
Tanggapan umum menggunakan kelompok otot yang lebih besar daripada otot-otot yang terlibat dalam refleks-relfleks dan yang dapat dibangkitkan rangsangan dari luar maupun dari dalam. Beberapa tanggapan umum yang tampak selama periode neonatal berupa penglihatan yang menatap pada, gerakan mata yang spontan; cucuran air mata; tanggapan yang berhubungan dengan makan sperti gerakan lidah, pipi, dan bibir; mengisap jari; menguap; tersedak; gerakan mulut yang berirama; mengerutkan kening dan alis, menggerakkan dan mengangkat kepala; menggerakkan tubuh; menghentakkan tubuh; gerakan tangan dan lengan; menendang-menendang; gerakan tungkai dan kaki. Semua gerakan ini tidak terkoordinasi, tidak terumus dan tidak bertujuan. Meskipun demikian gerakan ini penting karena merupakan dasar bagi perkembangan gerakan yang sangat terkoordinasi dan termpil sebagai hasil dari proses belajar

 

2. 7. BAHAYA PADA BAYI NEONATAL

  
1.   Bahaya fisik, seperti lingkungan pranatal yang tidak baik, persalinan yang sulit dan ruwet, kelahiran kembar, postmatur, premature dan kematian bayi
2.   Bahaya psikologis, seperti kepercayaan tradisional mengenai kelahiran, ketidakberdayaan, individualitas bayi, terhentinya perkembangan bayi, kurangnya rangsanagn,kemurungan orang tua baru, dan sikap yang kurang menyenangkan dari orang-orang yang berarti.[5]


2.8. EFEK SAKIT  PADA  MASA NEONATAL

      
       Fase neonatal adalah fase yang sangat rawan akan hubungan ibu dan bayi. Karena kegagalan relasi pada masa ini akan memberi dampak pada tahap berikutnya. Kebutuhan psikologi fase ini melipurti tiga hal penting yaitu seeing (memandang), touching (sentuhan), dan caretaking (merawat dengan perhatian seluruh emosinya). Dengan demikian kesempatan ibu kontak mata dan menyentuh serta melakukan sendiri dalam mengganti popok adalah menjadi prioritas dalam intervensi perawat.
Penyakit atau kecacatan pada anak mempengaruhi terbinanya hubungan saling percaya antara anak dengan orangtua. Penyakit pada anak dapat membuat harapan orangtua menurun, penyakit sering mengakibatkan gangguan dalam kemampuan motorik anak, keterbatasan gerak di tempat tidur dan berkurangnya kontak bayi dengan lingkungan. Intervensi keperawatan sangat penting untuk membantu keluarga dalam menghadapi bayi yang sakit. Keberadaan perawat yang selalu siap membantu sangat penting untuk menenangkan orangtua terhadap rasa ketidak berdayaannya.[6]

2.9 POLA MAKAN BAYI BARU LAHIR


Selama 40 minggu masa kehamilan ibu hamil tentunya telah belajar bagaimana cara merawat bayi baru lahir. Pada saat proses melahirkan ibu mulai pada ambang batas antara menjadi ibu hamil atau menjadi seorang ibu yang mempunyai bayi baru lahir. Dengan penanganan yang tepat, bayi baru lahir dapat tumbuh sehat dan memiliki tingkat imunitas terhadap penyakit yang optimal.
Pada awal kelahiran bayi, ibu mungkin terusik dengan tangisan bayi dengan interval jam tertentu dalam 24 jam. Memang pada bulan pertama kelahirannya bayi sering menangis dan biasanya rasa lapar merupakan penyebab utama kenapa bayi sering menangis. Tangisan karena rasa lapar ini sebetulnya perlu ibu syukuri karena dengan ini ibu diingatkan oleh bayi bahwa ibu harus segera menyusuinya karena ancaman penyakit kuning akibat bayi kurang asupan makanan menghantui ibu menyusui di masa ini.
Sebab lain kenapa bayi menangis sewaktu merasa lapar ialah bayi yang baru lahir tidak terbiasa dengan sensasi lapar yang dirasakannya. Sensasi lapar ini menusuk perutnya dan sangat berbeda kondisinya ketika bayi masih berada di dalam kandungan
yang terbiasa menelan air ketuban. Bayi sering merasa lapar karena memang pada saat bayi baru lahir, lambung bayi belum terbiasa menampung makanan dalam jumlah yang besar. Asupan makanan berupa ASI maupun susu formula ini baru bisa dia serap dengan jangka waktu 2 jam atau kurang setelah itu bayi akan merasa lapar kembali. Terkait dengan hal ini sebetulnya pemberian ASI kepada bayi setiap 2 jam sekali itu merupakan hal yang dianjurkan oleh ahli kesehatan di dunia. Perlu ibu ingat bahwa keadaan ibu dan bayi lainnya mungkin berbeda. Karena hal inilah sebaiknya ibu memberi ASI kepada bayi sesering mungkin mengingat ada juga bayi yang tidak menangis walaupun dia merasa lapar. Akibatnya akan terjadi kasus bayi kuning dan bayi perlu perawatan khusus agar pertumbuhannya tetap optimal.

2.10. REAKSI EMOSIONAL PENERIMAAN KELUARGA


Pada neonatus yang menderita sakit, maka keluarga akan merasa cemas, tidak berdaya, dan lain sebagainya yang merupakan reaksi keluarga terhadap kenyataan bahwa bayinya menderita suatu penyakit. Berikut adalah reaksi emosional penerimaan keluarga terhadap neonatus sakit dan bagaimana perawat mengatasi hal tersebut :

A.   Denial. Respon perawat terhadap penolakan adalah komponen untuk kebutuhan individu yang kontinyu sebagai mekanisme pertahanan. Dukungan metode efektif adalah mendengarkan secara aktif. Diam atau tidak ada reinforcement bukanlah suatu penolakan. Diam dapat diinterpretasikan salah, keefektifan diam dan mendengar haruslah sejalan dengan konsentrasi fisik dan mental. Penggunaan bahasa tubuh dalam berkomunikasi harus concern. Kontak mata, sentuhan, postur tubuh, cara duduk dapat digunakan saat diam sehingga komunikasi berjalan efektif.
B.   Rasa bersalah. Merupakan respon biasa dan dapat menyebabkan kecemasan keluarga. Mereka sering mengatakan bahwa merekalah yang menjadi penyebab bayinya mengalami kondisi sakit. Amati ekspresi bersalah, dimana ekspresi tersebut akan membuat mereka lebih terbuka untuk menyatakan perasaannya.
C.   Marah. Merupakan suatu reaksi yang sulit diterima dan sulit ditangani secara therapeutik. Aturan dasar untuk menolak marah seseorang adalah hindari gagalnya kemarahan dan dorong untuk marah secara assertif.


[1] Papalia.Old. Fieldman. 2008. Human Development. Mc. Graw Hill International. Edisi ke- 8. Hal. 155
[2] Hurlock, B Elizabeth. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Hidup. Jakarta: PT Glora Aksara Pratama. Edisi ke- 5. Hal.52
[3]  Hurlock, B Elizabeth. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Hidup. Jakarta: PT Glora Aksara Pratama. Edisi ke- 5. Hal. 56
[4]   Hurlock, B Elizabeth. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Hidup. Jakarta: PT Glora Aksara Pratama. Edisi ke- 5. Hal. 60

[5]  Hurlock, B Elizabeth. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Hidup. Jakarta: PT Glora Aksara Pratama. Edisi ke- 5. Hal. 64


[6] Hurlock, B Elizabeth. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Hidup. Jakarta: PT Glora Aksara Pratama. Edisi ke- 5. Hal. 54
·         Santrock, John W. 2006. Perkembangan Masa Hidup . Jakarta: PT Erlangga. Edisi ke-5.jilid 1.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar